<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?><rss version="2.0"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:wfw="http://wellformedweb.org/CommentAPI/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom"
	xmlns:sy="http://purl.org/rss/1.0/modules/syndication/"
	xmlns:slash="http://purl.org/rss/1.0/modules/slash/"
	>

<channel>
	<title>Pelatihan Menulis Arsip - Suara Yasmina</title>
	<atom:link href="https://suarayasmina.com/tag/pelatihan-menulis/feed/" rel="self" type="application/rss+xml" />
	<link>https://suarayasmina.com/tag/pelatihan-menulis/</link>
	<description>Dakwah &#38; Pemberdayaan Umat</description>
	<lastBuildDate>Mon, 15 Sep 2025 10:23:45 +0000</lastBuildDate>
	<language>id</language>
	<sy:updatePeriod>
	hourly	</sy:updatePeriod>
	<sy:updateFrequency>
	1	</sy:updateFrequency>
	<generator>https://wordpress.org/?v=6.9.1</generator>

<image>
	<url>https://suarayasmina.com/wp-content/uploads/2026/02/cropped-icon-Logo-merah-bulat-32x32.png</url>
	<title>Pelatihan Menulis Arsip - Suara Yasmina</title>
	<link>https://suarayasmina.com/tag/pelatihan-menulis/</link>
	<width>32</width>
	<height>32</height>
</image> 
	<item>
		<title>Dinarpusda Grobogan Adakan Bimtek Penulisan Berbasis Budaya Lokal</title>
		<link>https://suarayasmina.com/2025/06/15/dinarpusda-grobogan-adakan-bimtek-penulisan-berbasis-budaya-lokal/</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[Suara Yasmina]]></dc:creator>
		<pubDate>Sun, 15 Jun 2025 11:46:22 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Berita]]></category>
		<category><![CDATA[Pelatihan Menulis]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://suarayasmina.com/?p=557</guid>

					<description><![CDATA[<p>Suarayasmina.com &#124; Dinas Kearsipan dan Perpustakaan (Dinarpusda) Kabupaten Grobogan mengadakan Bimtek Kepenulisan Konten Berbasis Budaya Lokal dengan tema “Merawat Kearifan Lokal Melalui Tulisan”. Bimtek diadakan di aula Dinarpusda Grobogan dan diikuti 60 peserta. Bimtek diadakan sebagai upaya meningkatkan kompetensi dan kapasitas penulis pemula dan meningkatkan jumlah penulis kreatif di daerah yang dapat melestarikan kearifan lokal. [&#8230;]</p>
<p>Artikel <a href="https://suarayasmina.com/2025/06/15/dinarpusda-grobogan-adakan-bimtek-penulisan-berbasis-budaya-lokal/">Dinarpusda Grobogan Adakan Bimtek Penulisan Berbasis Budaya Lokal</a> pertama kali tampil pada <a href="https://suarayasmina.com">Suara Yasmina</a>.</p>
]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p><a href="https://suarayasmina.com/"><strong>Suarayasmina.com</strong></a> | Dinas Kearsipan dan Perpustakaan (Dinarpusda) Kabupaten Grobogan mengadakan Bimtek Kepenulisan Konten Berbasis Budaya Lokal dengan tema “Merawat Kearifan Lokal Melalui Tulisan”. Bimtek diadakan di aula Dinarpusda Grobogan dan diikuti 60 peserta.</p>
<p>Bimtek diadakan sebagai upaya meningkatkan kompetensi dan kapasitas penulis pemula dan meningkatkan jumlah penulis kreatif di daerah yang dapat melestarikan kearifan lokal.</p>
<p>Bimtek juga bertujuan sebagai upaya mengembangkan konten literasi dan koleksi berbasis kearifan lokal serta menciptakan ekosistem kepenulisan di daerah.</p>
<h3><strong>Upaya Memperkaya Literasi Lokal</strong></h3>
<p>Kepala Dinarpusda Grobogan, Supriyanto, dalam sambutannya berharap bimtek dapat melahirkan karya-karya dari peserta yang tidak hanya memperkaya literasi lokal, tapi juga melestarikan sejarah dan kearifan budaya lokal Kabupaten Grobogan.</p>
<p>&#8220;Kami berharap setelah mengikuti bimtek kepenenulisan ini, peserta dapat meningkatkan kemampuan menulisnya,&#8221; tandasnya.</p>
<p>Bimtek kepenulisan diadakan dalam dua tahap. Tahap pertama diadakan pada Jumat (23/5/2025) dengan menghadirkan narasumber Yunus Suryawan, penulis yang juga pemerhati budaya, dengan materi pengantar budaya lokal.</p>
<p>Bimtek tahap kedua diadakan pada Kamis (12/6/2025) dengan menghadirkan dua narasumber, yaitu Badiatul Muchlisin Asti (penulis dan Ketua Forum Silaturahmi Penulis Grobogan) dan Lia Herliana (penulis cerita anak).</p>
<h3><strong>Proses Kreatif Menulis </strong></h3>
<p>Narasumber pertama, Badiatul Muchlisin Asti menyampaikan materi proses kreatif menulis konten berbasis budaya lokal. Menurutnya, tahapan menulis konten berbasis budaya lokal sebagaimana halnya menulis tema lainnya, ada tiga tahap: pramenulis, menulis, dan pascamenulis. Tahap pramenulis meliputi menentukan topik, menggali data, dan menyusun alur.</p>
<p>Setelah menentukan topik, menggali data adalah tahap paling krusial yang harus dilewati seorang penulis. “Saya sangat menandaskan pentingnya menggali data ini, karena ia menjadi kunci keberhasilan tulisan yang akan ditulis nantinya,” tutur penulis yang juga Ketua Yasmina Grobogan.</p>
<p>Menggali data dilakukan melalui observasi, wawancara, dan riset pustaka. Data perlu digali sebanyak-banyaknya, agar seorang penulis lebih leluasa memilih dan memilah mana yang perlu dan tidak perlu dimasukkan ke dalam tulisan.</p>
<p>Setelah penggalian data, jelasnya, menulis merupakan tahapan selanjutnya yang juga krusial. Apalagi bagi pemula, sangat banyak kendala yang dihadapi. Tapi setiap kendala pasti ada solusinya.</p>
<p>“Kuncinya, jangan pernah menyerah. Tak ada tulisan pertama yang bagus, seperti tak ada orang belajar naik sepeda yang langsung bisa,” katanya kepada para peserta yang sebagian besar penulis pemula.</p>
<h3><strong>Perlunya Penyuntingan</strong></h3>
<p>Sementara itu, Lia Herliana sebagai narasumber kedua, fokus menyampaikan materi tentang penyuntingan. Sejak pengertian penyuntingan, manfaat, aspek-aspek, serta tahapan dalam penyuntingan.</p>
<p>Penulis lebih dari 90 buku anak ini menyatakan, menyunting merupakan proses memperbaiki naskah yang telah ditulis oleh penulis. Manfaat menyunting naskah di antaranya meningkatkan kualitas naskah dan efektivitas keterbacaan tulisan.</p>
<p>Adapun aspek-aspek yang perlu disunting, menurut Lia, adalah isi, ejaan dan tata bahasa, gaya penulisan, struktur naskah, dan validasi data. Menyunting isi berarti memperhatikan kesesuaian naskah dengan tema.</p>
<p>Ejaan dan tata bahasa juga perlu mendapat perhatian, apakah sudah sesuai dengan kaidah kebahasaan atau belum. Gaya penulisan meliputi konsistensi dan pemilihan diksi. Struktur naskah musti utuh meliputi pembuka, isi dan penutup. Adapun validasi data diperlukan agar data yang ditampilkan benar-benar akurat dan mutakhir.</p>
<p>Pentingnya penyuntingan, Lia pun mengutip penyataan Prof. Drs. M. Atar Semi dalam buku <em>Teknik Penulisan Berita, Feature, dan Artikel,</em> “Kita belum dapat dikatakan selesai menulis bila belum melakukan penyuntingan.”</p>
<h3><strong>Output Buku Antologi Budaya Lokal</strong></h3>
<p>Terpisah, Kabid Perpustakaan Dinarpusda Grobogan, Kurniawan mengatakan, <em>output</em> dari bimtek kepenulisan konten berbasis budaya lokal adalah karya seluruh peserta diterbitkan dalam sebuah buku antologi.</p>
<p>Oleh karena itu, setelah bimtek selesai, para peserta akan memulai menulis sesuai dengan tema yang telah dipilih. Targetnya, tanggal 30 Juni 2025, semua naskah karya peserta sudah masuk ke panitia.</p>
<p>Pihaknya juga memfaslitasi agar para peserta dapat intensif mendapatkan bimbingan dari narasumber, sehingga para peserta dapat menghasilkan karya tulisan terbaik.</p>
<p>“Senin, 16 Juni 2025, kami memfasilitasi peserta bisa berkonsultasi secara langsung dengan narasumber di aula Dinarpusda,” tuturnya. <em><strong>(sy)</strong></em></p>
<p>Artikel <a href="https://suarayasmina.com/2025/06/15/dinarpusda-grobogan-adakan-bimtek-penulisan-berbasis-budaya-lokal/">Dinarpusda Grobogan Adakan Bimtek Penulisan Berbasis Budaya Lokal</a> pertama kali tampil pada <a href="https://suarayasmina.com">Suara Yasmina</a>.</p>
]]></content:encoded>
					
		
		
			</item>
		<item>
		<title>HIMPAUDI Grobogan Gelar Pelatihan Menulis Esai dan True Story</title>
		<link>https://suarayasmina.com/2025/04/29/himpaudi-grobogan-gelar-pelatihan-menulis-esai-dan-true-story/</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[Suara Yasmina]]></dc:creator>
		<pubDate>Tue, 29 Apr 2025 14:06:06 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Berita]]></category>
		<category><![CDATA[HIMPAUDI Grobogan]]></category>
		<category><![CDATA[Pelatihan Menulis]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://suarayasmina.com/?p=403</guid>

					<description><![CDATA[<p>Suarayasmina.com &#124; Bidang Penelitian dan Pengembangan (Litbang) Himpunan Pendidik dan Tenaga Kependidikan Anak Usia Dini Indonesia (HIMPAUDI) Kabupaten Grobogan mengadakan pelatihan menulis esai dan true story pada Sabtu (26/4/2025) bertempat di aula Balai Latihan Kerja (BLK) Jalan Gajahmada 30, Purwodadi. Pelatihan diikuti 70-an pendidik PAUD dan menghadirkan penulis Grobogan, Badiatul Muchlisin Asti. Pelatihan dibuka oleh Kabid [&#8230;]</p>
<p>Artikel <a href="https://suarayasmina.com/2025/04/29/himpaudi-grobogan-gelar-pelatihan-menulis-esai-dan-true-story/">HIMPAUDI Grobogan Gelar Pelatihan Menulis Esai dan True Story</a> pertama kali tampil pada <a href="https://suarayasmina.com">Suara Yasmina</a>.</p>
]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p><a href="https://suarayasmina.com/"><strong>Suarayasmina.com</strong></a> | Bidang Penelitian dan Pengembangan (Litbang) Himpunan Pendidik dan Tenaga Kependidikan Anak Usia Dini Indonesia (HIMPAUDI) Kabupaten Grobogan mengadakan pelatihan menulis esai dan <em>true story</em> pada Sabtu (26/4/2025) bertempat di aula Balai Latihan Kerja (BLK) Jalan Gajahmada 30, Purwodadi.</p>
<p>Pelatihan diikuti 70-an pendidik PAUD dan menghadirkan penulis Grobogan, Badiatul Muchlisin Asti. Pelatihan dibuka oleh Kabid Peningkatan Mutu Pendidik dan Tenaga Kependidikan (PMPTK) Dinas Pendidikan Kabupaten Grobogan, Sudrajat Dangu Asmoro.</p>
<p>Dalam sambutannya, Sudrajat mengapresiasi kegiatan yang dilakukan oleh HIMPAUDI Kabupaten Grobogan. Dia berharap, tidak hanya menghasilkan tiga buku antologi, bila perlu satu guru PAUD menulis satu buku.</p>
<h3><strong>Upaya Menyiapkan Buku Trilogi</strong></h3>
<p>Litbang HIMPAUDI Grobogan, Hasan Al-Azhar menyatakan, pelatihan diadakan sebagai upaya menyiapkan buku trilogi yang berisi kumpulan esai dan <em>true story </em>dalam rangka menyambut hari ulang tahun HIMPAUDI bulan Agustus mendatang. Buku rencananya ditulis oleh para pendidik PAUD berisi senarai gagasan dan kisah nyata <em>(true story)</em> yang menginspirasi.</p>
<p>“Harapannya buku trilogi bisa dilaunching pada peringatan hari ulang tahun HIMPAUDI,” tuturnya.</p>
<p>Ketua HIMPAUDI Kabupaten Grobogan, Siti Istiqomah, dalam sambutannya berharap target membuat trilogi buku suara hati HIMPAUDI dapat berjalan lancar dan pendidik PAUD yang terlibat bisa berkontribusi untuk mengirimkan karyanya sesuai tenggat waktu yang telah dirancang, baik dalam bentuk esai maupun <em>true story</em>.</p>
<p>Dia berharap, tiga buku yang akan ditulis oleh para pendidik PAUD di Grobogan dapat benar-benar menyuarakan isi hati para pendidik PAUD. “Tidak semata soal keluh kesah, tapi juga gagasan dan kisah-kisah yang inspiratif,” harapnya.</p>
<h3><strong>Menulis Sebagai Habit Positif</strong></h3>
<p>Dalam paparannya, Badiatul Muchlisin Asti sebagai narasumber mengapresiasi inisiatif HIMPAUDI Kabupaten Grobogan yang menggelar pelatihan menulis. Menurutnya, menulis merupakan habit positif yang perlu dikembangkan oleh para guru, termasuk guru PAUD.</p>
<p>Banyak dampak posistif yang akan diperoleh dari kebiasaan menulis, di antaranya kecerdasan <em>(intellectual value)</em>, pendidikan <em>(educational value)</em>, dan filsafat <em>(philosopycal value)</em>. “Seorang guru yang menulis akan meningkat daya intelektualistasnya, semakin kaya wawasan dan kebijaksanaan, karena kebiasaan menulis umumnya diawali dari tradisi membaca,” jelasnya.</p>
<p>“Dampak positif itu secara personal maupun profesional akan sangat membantu tugas guru dalam mendidik generasi bangsa yang berkarakter,” tambahnya.</p>
<h3><strong>Mengenal Tulisan Jenis Esai</strong></h3>
<p>Esai sendiri, menurut Badiatul Muchlisin Asti, merupakan jenis tulisan yang berisi gagasan atas sebuah fakta atau peristiwa dengan analisis dan sudut pandang personal penulisnya. Esai ditulis dengan gaya santai, ringan, dan tidak terlalu panjang, sehingga bisa dibaca dengan sekali duduk.</p>
<p>Esai, lanjutnya, banyak ragamnya, tergantung jenis konten dan tujuan esai ditulis. Ada esai deskripsi, esai narasi, esai prosedur, esai eksposisi, esai review, dan lainnya.</p>
<p>Bila menilik tujuan penulisan buku yang digagas HIMPAUDI Grobogan, maka menurutnya, esai eksposisi dan esai narasi lebih tepat. Esai eksposisi menyodorkan pendapat, ide, pandangan, atau argumen penulis atas sebuah isu, topik, permasalahan, atau fenomena.</p>
<p>“Sedangkan esai narasi atau esai cerita menampilkan kisah nyata atau <em>true story</em> yang dibagikan ke pembaca karena mengandung hikmah dan inspirasi,” jelasnya.</p>
<h3><strong>Pelatihan Menulis yang Interaktif</strong></h3>
<p>Pelatihan yang berlangsung sekitar tiga jam berlangsung interaktif. Peserta banyak yang merespons dan berinteraksi dengan narasumber untuk memperoleh kejelasan materi lebih dalam.</p>
<p>Selain memaparkan seluk beluk esai, narasumber juga menyampakan teknis menulis esai, tahapan-tahapannya, serta problematika yang biasa dihadapi saat menulis dan solusinya.</p>
<p>Seusai pelatihan, peserta dimasukkan dan dikelompokkan ke dalam dua Grup WA, masing-masing Grup Menulis Esai dan Grup Menulis True Story, untuk mendapatkan mentoring lebih lanjut dari narasumber, hingga menghasilkan karya tulisan. <em><strong>(sy)</strong></em></p>
<p>Artikel <a href="https://suarayasmina.com/2025/04/29/himpaudi-grobogan-gelar-pelatihan-menulis-esai-dan-true-story/">HIMPAUDI Grobogan Gelar Pelatihan Menulis Esai dan True Story</a> pertama kali tampil pada <a href="https://suarayasmina.com">Suara Yasmina</a>.</p>
]]></content:encoded>
					
		
		
			</item>
	</channel>
</rss>
