Suarayasmina.com | Problematika mendidik anak di era kemajuan teknologi dan informasi begitu kompleks. Diperlukan kesabaran dan pengetahuan yang memadai untuk bersikap yang tepat dan efektif dalam menghadapi perilaku anak yang seringkali di luar ekspektasi orangtua.

Guna membekali para orangtua dalam menghadapi problematika dalam mendidik anak, Yasmina Grobogan menggelar seminar parenting bertema “Mengatasi Problematika Mendidik Anak dalam rangka Menyiapkan Generasi Muslim yang Berkarakter” pada Sabtu (6/5/2017) di aula Kecamatan Godong.

Seminar parenting menghadirkan narasumber Kepala PAUD Terpadu Laboratorium Belia IKIP Veteran Semarang, Hj. Luluk Elyana, M.Si dan diikuti lebih dari seratus orangtua yang merupakan wali murid di lingkungan lembaga pendidikan  yang dikelola oleh Yasmina Grobogan.

Ketua Yasmina Grobogan, Badiatul Muchlisin Asti menyatakan seminar parenting merupakan bentuk fasilitasi yang diadakan secara periodik untuk menambah wawasan dan pengetahuan para orangtua wali murid terkait psikologi anak serta pola pengasuhan dan pendidikan anak.

Dari seminar itu diharapkan para orangtua memahami cara-cara pengasuhan anak yang efektif dengan mengacu pada konsep agama Islam yang dipadu dengan teori-teori pendidikan modern. Sekaligus dapat bersikap yang tepat dalam menyikapi problematika mendidik anak yang sangat kompleks, terutama di era kemajuan teknologi dan informasi.

Sementara itu, Luluk Elyana dalam paparannya menyatakan, pendidikan anak dalam keluarga adalah yang pertama dan utama. Pengasuhan dalam keluarga apabila dilaksanakan dengan baik dan sejalan dengan pendidikan di sekolah, maka aspek perkembangan anak akan berkembang secara utuh.

Realitasnya banyak problematika pengasuhan anak, antara lain kesibukan orangtua bekerja sehingga melimpahkan tanggung jawab pendidikan hanya ke lembaga sekolah, pengaruh kemajuan teknologi yang luar biasa, pengaruh pergaulan, dan sebagainya.

Hal-hal itu harus disikapi dengan tepat agar kepribadian anak tidak justru berkembang ke arah yang tidak diharapkan. Orantgtua, sekolah, dan masyarakat punya tanggungjawab yang sama untuk menciptakan iklim yang sehat bagi terbentuknya generasi yang berkarakter.

Luluk Elyana yang juga dosen S1 PG PAUD IKIP Veteran Semarang ini menyebutkan lima metode yang dapat dikembangkan untuk menyiapkan anak agar dapat mencapai kematangan spiritualitas dan moral, yakni melalui pendidikan dengan keteladanan, pembiasaan, nasehat, perhatian, dan hukuman.

Pendidikan dengan memberikan contoh teladan kepada anak merupakan salah satu metode penanaman nilai agama yang paling efektif. Adapun pembiasaan merupakan wujud praktik nilai-nilai keagamaan melalui kegiatan rutin sehari-hari.

Pendidikan melalui nasehat dan perhatian diberikan dalam bentuk bimbingan dan arahan tentang nilai-nilai agama dengan berlandaskan kasih sayang. Nasehat juga perlu disampaikan dengan cara yang menarik agar anak dapat memetik nasehat dengan perasaan senang tanpa paksaan.

Adapun hukuman merupakan pilihan yang terakhir, namun perlu dilakukan secara hati-hati dan bijak, agar hukuman tidak justru membuat anak rendah diri, kurang percaya diri, dan kehilangan semangat.

Hukuman efektif adalah hukuman yang membuat anak menyadari kesalahannya dan lalu termotivasi untuk memperbaiki diri.

Facebook Comments Box

Advertisement

1 Komentar

  1. Laela Nurisy

    Alhamdulillah, semoga berkah…