Suarayasmina.com | Dalam rangka menggali dan memanfaatkan potensi sumberdaya lokal menjadi peluang usaha masyarakat untuk perluasan kesempatan kerja, Kementerian Ketenagakerjaan (Kemnaker) RI melalui Balai Besar Pengembangan Pasar Kerja dan Perluasan Kesempatan Kerja (BBPPK dan PKK) Lembang, Bandung, bekerja sama dengan Yasmina Grobogan menggelar Pelatihan Kewirausahaan Budidaya Jamur Tiram.

Pelatihan digelar selama delapan hari sejak Rabu (12/11/2015) bertempat di Balai Desa Godong dan diikuti 16 orang peserta. Pelatihan menghadirkan sejumlah narasumber dari praktisi budidaya jamur timur, antara lain: Ilya Asyhari dari Bandungsari, Ngaringan; Asnadi dari Aqila Jamur Blora; dan Ali Imron dari Surya Jamur Blora.

Pelatihan dibuka oleh Kepala Bidang Penempatan Perluasan dan Produktivitas Kerja (Penluker) Dinas Sosial,Tenaga Kerja, dan Transmigrasi (Dinsosnakertrans) Kabupaten Grobogan, Sugeng Mulyanto. Dalam sambutannya, Sugeng mengingatkan akan diberlakukannya Masyarakat Ekonomi Asean (MEA) pada akhir 2015 nanti. Dalam MEA, tidak hanya produk yang akan masuk ke Indonesia, tapi juga tenaga kerja. Sehingga tingkat persaingan kerja akan semakin tinggi. Sehingga perlu persiapan-persiapan agar sumber daya manusia Indonesia dapat berkompetisi dan tidak kalah dengan tenaga kerja asing.

Para peserta pelatihan praktik membuat rak tempat log jamur tiram. (Dok. Yasmina Grobogan)

Pelatihan skill atau ketrampilan sangat diperlukan dalam upaya mendorong terciptanya wirausahawan-wirausahawan baru. Namun untuk mencapai kesuksesan, seorang wirausahawan tidak hanya butuh skill saja, namun juga etos kerja yang baik seperti integritas dan disiplin. “Etos kerja itulah yang menjadi kunci utama kesuksesan dalam berwirausaha,” tandas Sugeng.

Sementara itu, Ketua Yasmina Grobogan, Badiatul Muchlisin Asti menyatakan, pelatihan diadakan dengan tujuan agar tersedia lapangan kerja dan peluang perluasan kerja bagi masyarakat, serta terciptanya kelompok wirausaha baru sebagai wahana penyerapan tenaga kerja.

Budidaya jamur tiram dipilih karena termasuk produksi yang ramah lingkungan dan mudah dilakukan, serta memiliki peluang yang prospektif secara ekonomi. Selama pelatihan, peserta mendapatkan materi terkait dasar-dasar, kewirausahaan, teknik budidaya jamur tiram dan pemanenan, serta pemasaran.

Demo praktik membuat pelbagai olahan dari jamur tiram. (Dok. Yasmina Grobogan)

Selain itu, peserta juga mendapatkan materi tentang berbagai olahan dari jamur tiram seperti nuget, siomay, krispi, dan martabak. Peserta juga diajak kunjungan ke sentra pembibitan dan budidaya jamur tiram sehingga peserta dapat berlatih secara langsung proses budidaya jamur tiram.

Badiatul berharap, setelah pelatihan, para peserta dapat mempraktikkan ilmunya yang diperoleh dari para narasumber. Sehingga akan tercipta kelompok wirausaha baru yang produktif dan berkelanjutan.

Facebook Comments Box

Advertisement

Komentar Ditutup! Anda tidak dapat mengirimkan komentar pada artikel ini.