Suarayasmina.com | Dinas Kearsipan dan Perpustakaan (Dinarpusda) Kabupaten Grobogan mengadakan Bimtek Kepenulisan Konten Berbasis Budaya Lokal dengan tema “Merawat Kearifan Lokal Melalui Tulisan”. Bimtek diadakan di aula Dinarpusda Grobogan dan diikuti 60 peserta.

Bimtek diadakan sebagai upaya meningkatkan kompetensi dan kapasitas penulis pemula dan meningkatkan jumlah penulis kreatif di daerah yang dapat melestarikan kearifan lokal.

Bimtek juga bertujuan sebagai upaya mengembangkan konten literasi dan koleksi berbasis kearifan lokal serta menciptakan ekosistem kepenulisan di daerah.

Upaya Memperkaya Literasi Lokal

Kepala Dinarpusda Grobogan, Supriyanto, dalam sambutannya berharap bimtek dapat melahirkan karya-karya dari peserta yang tidak hanya memperkaya literasi lokal, tapi juga melestarikan sejarah dan kearifan budaya lokal Kabupaten Grobogan.

“Kami berharap setelah mengikuti bimtek kepenenulisan ini, peserta dapat meningkatkan kemampuan menulisnya,” tandasnya.

Bimtek kepenulisan diadakan dalam dua tahap. Tahap pertama diadakan pada Jumat (23/5/2025) dengan menghadirkan narasumber Yunus Suryawan, penulis yang juga pemerhati budaya, dengan materi pengantar budaya lokal.

Bimtek tahap kedua diadakan pada Kamis (12/6/2025) dengan menghadirkan dua narasumber, yaitu Badiatul Muchlisin Asti (penulis dan Ketua Forum Silaturahmi Penulis Grobogan) dan Lia Herliana (penulis cerita anak).

Proses Kreatif Menulis

Narasumber pertama, Badiatul Muchlisin Asti menyampaikan materi proses kreatif menulis konten berbasis budaya lokal. Menurutnya, tahapan menulis konten berbasis budaya lokal sebagaimana halnya menulis tema lainnya, ada tiga tahap: pramenulis, menulis, dan pascamenulis. Tahap pramenulis meliputi menentukan topik, menggali data, dan menyusun alur.

Setelah menentukan topik, menggali data adalah tahap paling krusial yang harus dilewati seorang penulis. “Saya sangat menandaskan pentingnya menggali data ini, karena ia menjadi kunci keberhasilan tulisan yang akan ditulis nantinya,” tutur penulis yang juga Ketua Yasmina Grobogan.

Menggali data dilakukan melalui observasi, wawancara, dan riset pustaka. Data perlu digali sebanyak-banyaknya, agar seorang penulis lebih leluasa memilih dan memilah mana yang perlu dan tidak perlu dimasukkan ke dalam tulisan.

Setelah penggalian data, jelasnya, menulis merupakan tahapan selanjutnya yang juga krusial. Apalagi bagi pemula, sangat banyak kendala yang dihadapi. Tapi setiap kendala pasti ada solusinya.

“Kuncinya, jangan pernah menyerah. Tak ada tulisan pertama yang bagus, seperti tak ada orang belajar naik sepeda yang langsung bisa,” katanya kepada para peserta yang sebagian besar penulis pemula.

Perlunya Penyuntingan

Sementara itu, Lia Herliana sebagai narasumber kedua, fokus menyampaikan materi tentang penyuntingan. Sejak pengertian penyuntingan, manfaat, aspek-aspek, serta tahapan dalam penyuntingan.

Penulis lebih dari 90 buku anak ini menyatakan, menyunting merupakan proses memperbaiki naskah yang telah ditulis oleh penulis. Manfaat menyunting naskah di antaranya meningkatkan kualitas naskah dan efektivitas keterbacaan tulisan.

Adapun aspek-aspek yang perlu disunting, menurut Lia, adalah isi, ejaan dan tata bahasa, gaya penulisan, struktur naskah, dan validasi data. Menyunting isi berarti memperhatikan kesesuaian naskah dengan tema.

Ejaan dan tata bahasa juga perlu mendapat perhatian, apakah sudah sesuai dengan kaidah kebahasaan atau belum. Gaya penulisan meliputi konsistensi dan pemilihan diksi. Struktur naskah musti utuh meliputi pembuka, isi dan penutup. Adapun validasi data diperlukan agar data yang ditampilkan benar-benar akurat dan mutakhir.

Pentingnya penyuntingan, Lia pun mengutip penyataan Prof. Drs. M. Atar Semi dalam buku Teknik Penulisan Berita, Feature, dan Artikel, “Kita belum dapat dikatakan selesai menulis bila belum melakukan penyuntingan.”

Output Buku Antologi Budaya Lokal

Terpisah, Kabid Perpustakaan Dinarpusda Grobogan, Kurniawan mengatakan, output dari bimtek kepenulisan konten berbasis budaya lokal adalah karya seluruh peserta diterbitkan dalam sebuah buku antologi.

Oleh karena itu, setelah bimtek selesai, para peserta akan memulai menulis sesuai dengan tema yang telah dipilih. Targetnya, tanggal 30 Juni 2025, semua naskah karya peserta sudah masuk ke panitia.

Pihaknya juga memfaslitasi agar para peserta dapat intensif mendapatkan bimbingan dari narasumber, sehingga para peserta dapat menghasilkan karya tulisan terbaik.

“Senin, 16 Juni 2025, kami memfasilitasi peserta bisa berkonsultasi secara langsung dengan narasumber di aula Dinarpusda,” tuturnya. (sy)

Facebook Comments Box

Advertisement

Komentar Ditutup! Anda tidak dapat mengirimkan komentar pada artikel ini.