<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?><rss version="2.0"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:wfw="http://wellformedweb.org/CommentAPI/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom"
	xmlns:sy="http://purl.org/rss/1.0/modules/syndication/"
	xmlns:slash="http://purl.org/rss/1.0/modules/slash/"
	>

<channel>
	<title>Thibbun Nabawi Arsip - SUARAYASMINA.COM</title>
	<atom:link href="https://suarayasmina.com/tag/thibbun-nabawi/feed/" rel="self" type="application/rss+xml" />
	<link>https://suarayasmina.com/tag/thibbun-nabawi/</link>
	<description>Jurnalisme Islami - Mencerahkan Umat</description>
	<lastBuildDate>Thu, 30 Oct 2025 06:03:16 +0000</lastBuildDate>
	<language>id</language>
	<sy:updatePeriod>
	hourly	</sy:updatePeriod>
	<sy:updateFrequency>
	1	</sy:updateFrequency>
	<generator>https://wordpress.org/?v=7.0.1</generator>

<image>
	<url>https://suarayasmina.com/wp-content/uploads/2026/05/cropped-edit_foto_1-13-32x32.png</url>
	<title>Thibbun Nabawi Arsip - SUARAYASMINA.COM</title>
	<link>https://suarayasmina.com/tag/thibbun-nabawi/</link>
	<width>32</width>
	<height>32</height>
</image> 
	<item>
		<title>Mengimplementasikan (Kembali) Praktik Pengobatan Nabi</title>
		<link>https://suarayasmina.com/2024/10/21/mengimplementasikan-kembali-praktik-pengobatan-nabi/</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[Badiatul Muchlisin Asti]]></dc:creator>
		<pubDate>Sun, 20 Oct 2024 22:07:13 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Pustaka]]></category>
		<category><![CDATA[Habbatussauda]]></category>
		<category><![CDATA[Madu]]></category>
		<category><![CDATA[Thibbun Nabawi]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://suarayasmina.com/?p=204</guid>

					<description><![CDATA[<p>Suarayasmina &#124; Gaya hidup modern dan pola makan serba instan telah menyumbang sangat signifikan penyebab rentannya orang-orang zaman sekarang terhadap serangan berbagai macam penyakit. Banyak penyakit ganas yang mengintai seperti stroke, gagal ginjal, jantung koroner, kanker, diabetes, dan lain sebagainya. Di sisi lain, biaya pengobatan begitu mahal, sehingga tak sedikit orang yang kehilangan semua harta [&#8230;]</p>
<p>Artikel <a href="https://suarayasmina.com/2024/10/21/mengimplementasikan-kembali-praktik-pengobatan-nabi/">Mengimplementasikan (Kembali) Praktik Pengobatan Nabi</a> pertama kali tampil pada <a href="https://suarayasmina.com">SUARAYASMINA.COM</a>.</p>
]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p><a href="https://suarayasmina.com">Suarayasmina</a> | Gaya hidup modern dan pola makan serba instan telah menyumbang sangat signifikan penyebab rentannya orang-orang zaman sekarang terhadap serangan berbagai macam penyakit. Banyak penyakit ganas yang mengintai seperti stroke, gagal ginjal, jantung koroner, kanker, diabetes, dan lain sebagainya.</p>
<p>Di sisi lain, biaya pengobatan begitu mahal, sehingga tak sedikit orang yang kehilangan semua harta benda yang dimiliki untuk membiayai pengobatan atas sakit yang dideritanya. Itu pun belum menjamin sembuh dari penyakit dan sehat kembali.</p>
<p>Realitas itulah yang menjadikan pemerintah melalui Kementerian Kesehatan menginisiasi Gerakan Masyarakat Hidup Sehat atau biasa disingkat GERMAS yang diluncurkan pada 15 November 2016 lalu. Sebenarnya, jauh sebelum pemerintah menginisiasi GERMAS, di tingkat masyarakat sudah banyak gerakan sosial yang mengajak orang untuk membiasakan gaya hidup sehat.</p>
<p>Selain itu, juga banyak buku-buku yang beredar di pasaran yang berisi ajakan sekaligus panduan untuk bergaya hidup sehat. Di antara buku-buku ajakan bergaya hidup sehat itu adalah buku-buku bertema <em>ath-</em><em>thibb </em><em>an-</em><em>nabawi</em> atau metode pengobatan ala Nabi Muhammad Saw.</p>
<p>Buku berjudul <em>Rasulullah is My Doctor</em> ini adalah salah satu buku yang mengusung tema <em>thibbun nabawi</em> tersebut. Buku karya Jerry D. Gray ini tergolong <em>best seller</em>. Sejak terbit pertama kali pada Oktober 2010, hingga bulan Juli 2019, buku ini telah menembus cetak ulang hingga ke-24. Hal itu boleh jadi merupakan indikasi keinginan masyarakat Indonesia yang sebagian besar beragama Islam untuk kembali mengimplementasikan gaya hidup sehat yang diajarkan oleh Rasulullah Saw.</p>
<p>Jerry D. Gray sendiri adalah seorang jurnalis dan penulis kelahiran Wiesbaden, Jerman, tahun 1960. Ketika berusia 3 tahun, keluarganya migrasi ke Amerika Serikat. Jerry menyelesaikan seluruh pendidikan dasarnya di Iowa sebelum bergabung dengan Angkatan Udara AS tahun 1978. Saat ini, selain menjadi penulis, Jerry juga sibuk berceramah di berbagai kota di Indonesia. Buku ini adalah karya yang keenam yang diterbitkan oleh penerbit Sinergi Publishing (Depok, Jawa Barat).</p>
<p>Jerry masuk Islam tahun 1984 di Arab Saudi. Setelah menjadi mualaf, ia mempelajari dan mendalami pengobatan Islam yang alami dan bereksperimen pada dirinya sendiri. Hasilnya sangat menakjubkan. Ia mendapatkan keseluruhan kondisi kesehatannya meningkat dengan cepat.</p>
<p>Dari hasil pendalamannya terhadap pengobatan Islam dan merasakan sendiri manfaatnya, ia berkesimpulan bahwa obat-obatan herbal ala Nabi-lah yang sepenuhnya dapat menyembuhkan beragam penyakit dan sangat ampuh dalam mencegah penyakit.</p>
<p>Buku ini merupakan bentuk tanggung jawab moral dan intelektual Jerry atas apa yang diketahui dan telah dirasakannya. Melalui buku ini, Jerry menghadirkan metode dan praktik kedokteran Nabi yang sangat dahsyat mengobati berbagai macam penyakit maupun mencegah datangnya penyakit.</p>
<p>Buku setebal 266 halaman ini dibagi menjadi tiga bagian. Bagian pertama membahas konsep kedokteran Nabi. Di bagian ini, Jerry membahas beberapa konsep kedokteran Nabi dalam mengatasi berbagai masalah kesehatan seperti demam dan diare serta berbagai khasiat dari madu, habbatussauda (jinten hitam), doa, <em>ruqyah</em>, dan bekam. Tidak hanya fasih mengutip dalil al-Qura’n dan al-Hadis, Jerry juga melengkapi setiap bahasannya dengan data dan literatur ilmiah yang kredibel dan meyakinkan.</p>
<p>Di bagian kedua, Jerry berbagi berbagai resep yang diramu dari bahan-bahan herbal (tanaman dan buah berkhasiat obat) sepertia apel, alpukat (dan daun alpukat), bit, blueberry, wortel, singkong, cabai merah, kurma, kayu manis, bawang putih, jahe, dan banyak lagi.</p>
<p>Pada setiap herbal, Jerry mengupas kandungan dan khasiatnya, lantas menyajikan resep-resep penggunaaan herbal tersebut untuk mengatasi berbagai masalah kesehatan. Kayu manis misalnya, merupakan rempah-rempah tertua di dunia. Daun kering dari pohon yang hijau ini, bersama kulit pohon bagian dalamnya, bisa digunakan sebagai rempah-rempah atau obat. Ia memiliki aroma yang enak dan rasa yang hangat, manis, dan aromatik.</p>
<p>Kayu manis memiliki manfaat yang menakjubkan untuk menyembuhkan berbagai macam penyakit, sehingga dijuluki sebagai “pengobatan ajaib” dibandingkan sekedar rempah-rempah. Kayu manis bisa digunakan untuk membantu penyembuhan mereka yang menderita diabetes tipe 2, pengobatan radang sendi, mengatasi bau mulut, pilek, maag, dan lain sebagainya.</p>
<p>Bahkan kayu manis yang dikombinasi dengan madu dapat dimanfaatkan untuk mengobati berbagai macam penyakit, dari yang ringan, sedang, hingga berat. Sebuah majalah terkenal <em>Weekly World News</em> yang terbit di Kanada, edisi 17 Januari 1995, mencantumkan sedikitnya 22 penyakit yang bisa disembuhkan dengan madu dan kayu manis. Antara lain: penyakit jantung, infeksi saluran kemih, sakit gigi, kolesterol, influenza, infeksi kulit, impotensi, maag, kanker, dan kehilangan pendengaran.</p>
<p>Adapun bagian ketiga atau bagian terakhir buku ini, Jerry membahas berbagai persoalan di dunia medis. Di bagian ini, Jerry mengingatkan agar berhati-hati dalam penggunaan obat-obat kimia. Karena obat-obatan itu umumnya tidak benar-benar menyembuhkan penyakit, melainkan hanya mengobati gejala-gejala dari penyakit tersebut.</p>
<p>Contoh: antibiotik yang diminum untuk menyembuhkan infeksi tenggorokan hanya manjur untuk mengurangi infeksi, tetapi tidak membunuh virus influenza yang menyebabkan sakit tersebut.</p>
<p>Saat menderita sakit kepala dan membeli obat farmasi, ia hanya menghilangkan rasa sakit kepala tetapi tidak menghilangkan penyebab sakit kepala. Begitu pun demam dan minum analgesik. Dalam banyak kasus, demam hilang, tetapi tidak menghilangkan sebab dari demam tersebut.</p>
<p>Buku ini layak dijadikan sebagai referensi di tengah gempuran gaya hidup modern yang rentan terhadap serangan berbagai macam penyakit. Buku ini mengajak bergaya hidup sehat sekaligus menawarkan solusi pengobatan beragam penyakit dengan berlandaskan metode dan praktik pengobatan ala Nabi Muhammad Saw.</p>
<p><strong>Data buku:</strong><br />
Judul: <em>Rasulullah is My Doctor</em><br />
Penulis: Jerry D. Gray<br />
Penerbit: Sinergi Publishing<br />
Cetakan ke-24: Juli 2019<br />
Tebal: 266 hlm<br />
ISBN: 978-602-70068-5-0</p>
<p>Artikel <a href="https://suarayasmina.com/2024/10/21/mengimplementasikan-kembali-praktik-pengobatan-nabi/">Mengimplementasikan (Kembali) Praktik Pengobatan Nabi</a> pertama kali tampil pada <a href="https://suarayasmina.com">SUARAYASMINA.COM</a>.</p>
]]></content:encoded>
					
		
		
			</item>
		<item>
		<title>Formula Hidup Sehat Rasulullah Saw</title>
		<link>https://suarayasmina.com/2024/10/20/formula-hidup-sehat-rasulullah-saw/</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[Badiatul Muchlisin Asti]]></dc:creator>
		<pubDate>Sun, 20 Oct 2024 13:39:54 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Pustaka]]></category>
		<category><![CDATA[Formula Sehat]]></category>
		<category><![CDATA[Jurus Sehat Rasulullah]]></category>
		<category><![CDATA[Kesehatan]]></category>
		<category><![CDATA[Thibbun Nabawi]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://suarayasmina.com/?p=194</guid>

					<description><![CDATA[<p>“Sehat memang bukan segala-galanya, tapi tanpa sehat, segala-galanya sering tak berarti apa-apa.” Suarayasmina.com &#124; Begitu kalimat bijak yang sering kita dengar. Kesehatan memang penting, bahkan sangat penting. Sayangnya, tak sedikit yang mengabaikannya. Baru tersadar akan arti penting kesehatan saat raga sudah terkulai lemah diserang penyakit. Dalam sebuah hadis, Rasulullah Saw bersabda, “Ada dua nikmat yang [&#8230;]</p>
<p>Artikel <a href="https://suarayasmina.com/2024/10/20/formula-hidup-sehat-rasulullah-saw/">Formula Hidup Sehat Rasulullah Saw</a> pertama kali tampil pada <a href="https://suarayasmina.com">SUARAYASMINA.COM</a>.</p>
]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<blockquote><p>“<strong>Sehat memang bukan segala-galanya, tapi tanpa sehat, segala-galanya sering tak berarti apa-apa.” </strong></p></blockquote>
<p><span style="text-decoration: underline;"><a href="https://suarayasmina.com">Suarayasmina.com</a> </span>| Begitu kalimat bijak yang sering kita dengar. Kesehatan memang penting, bahkan sangat penting. Sayangnya, tak sedikit yang mengabaikannya. Baru tersadar akan arti penting kesehatan saat raga sudah terkulai lemah diserang penyakit.</p>
<p>Dalam sebuah hadis, Rasulullah Saw bersabda, “<em>Ada dua nikmat yang karenanya banyak manusia tertipu, yaitu nikmat sehat dan waktu luang.”</em> (HR. Bukhari).</p>
<p>Salah satu penyumbang rentannya kesehatan orang zaman sekarang adalah pola makan yang buruk. Makan hanya asal enak, tanpa menimbang apakah makanan yang masuk ke perutnya itu baik atau justru merusak raganya.</p>
<p>Melalui buku yang berjudul<em> Jurus Sehat Rasulullah</em> <em>Saw</em> ini dokter Zaidul Akbar mengingatkan pentingnya memperhatikan makanan yang masuk ke dalam tubuh kita. Menurutnya, tubuh yang sehat dimulai dari pencernaan atau perut yang sehat. Jika perut bermasalah, dipenuhi makanan tinggi gula, kurang serat, dan tercampur dengan bahan kimia sintetis, bisa dipastikan perut itu akan jadi rumah penyakit.</p>
<p>Dalam doktrin Islam, makanan yang dikonsumsi haruslah memenuhi dua syarat, yaitu halal dan <em>thayyib</em> (baik). Sebagaimana firman Allah Swt dalam Al-Qur&#8217;an, <em>“Wahai manusia, makanlah dari (makanan) yang halal dan </em>thayyib<em> (baik) yang terdapat di Bumi..</em>.” (QS. Al-Baqarah, 2: 168).</p>
<p>Sesuai pesan ayat ini, halal saja tidak cukup dalam soal makanan sehat. Makanan yang dikonsumsi haruslah juga <em>thayyib</em>. Soal <em>thayyib</em> ini, dokter Zaidul menyatakan, sebuah makanan disebut <em>thayyib</em> apabila memenuhi parameter umum: aman dikonsumsi, baik jangka pendek atau pun jangka panjang; tumbuh di tanah yang tinggi mineral; bebas dari bahan kimia sintetik; mendapat cahaya matahari; dan tidak terpapar logam berat, serta tidak banyak pengolahan.</p>
<p>Bahan-bahan yang tidak baik dimasukkan ke dalam tubuh, khususnya jika digunakan secara terus-menerus seperti penyedap, pengawet, perasa, pewarna, gula pasir, produk olahan, makanan cepat saji, makanan instan, dan obat kimia. Bahan-bahan tersebut dapat merusak tubuh kita, sehingga jelas semua bahan itu tidak <em>thayyib.</em></p>
<p><strong>Tak Hanya Soal Makan</strong></p>
<p>Melalui buku ini, dokter Zaidul mengajak pembaca untuk membangun pola makan yang sehat agar memperoleh tubuh yang sehat serta terhindar dari pelbagai penyakit. Namun, tidak hanya soal makan yang perlu mendapat perhatian dalam menerapkan formula sehat ala Rasulullah. Gaya hidup sehat seperti menjaga kebersihan, berolahraga, tidur yang berkualitas, serta buang air kecil dan buang air besar yang benar, juga perlu diperhatikan dan menjadi <em>habit</em> (kebiasaan) agar memperoleh tubuh yang sehat.</p>
<p>Rasulullah misalnya, diriwayatkan sangat gemar berolah raga. Tubuh Rasulullah pun terawat dan atletis, sebagaimana yang pernah diriwayatkan oleh Ummu Hani’, “<em>Aku tidak melihat bentuk dari perut Rasulullah Saw kecuali aku teringat akan gulungan kertas yang bersusun antara satu dengan yang lainnya.</em>” (Abu Dawud Sulaiman, <em>Musnad Abi Dawud Ath Thayalisi</em>, 1999/1419 H).</p>
<p>Riwayat tersebut menunjukkan betapa Rasulullah Saw disiplin dalam merawat kesehatan tubuhnya. Beberapa olahraga yang digemari Rasulullah adalah gulat, berkuda, memanah, berenang, dan berlari.</p>
<p>Selain berolah raga, tidur yang berkualitas di malam hari juga penting untuk kesehatan. Tidurlah di malam hari dalam keadaan gelap karena ada hormon yang dikeluarkan kelenjar hipofisis yang bernama melatonin. Ternyata, malam yang diciptakan Allah untuk istirahat, merupakan cara tubuh untuk memperbaiki diri dengan mengeluarkan melatonin.</p>
<p>Meski terlihat sepele, cara buang air kecil dan buang air besar ternyata juga sangat berpengaruh terhadap kesehatan. Rasulullah misalnya, mencontohkan buang air besar dengan posisi jongkok. Posisi jongkok jauh lebih efektif. Proses pengeluaran tinja akan jauh lebih cepat karena tekanan perut jauh lebih besar dibandingkan dengan posisi duduk.</p>
<p>Agar buang air besar lancar, dokter Zaidul juga menyarankan memperbanyak mengonsumsi serat dari buah-buahan dan minyak, seperti minyak zaitun, minyak pala, minyak wijen, dan beberapa minyak esensial lainnya, sehingga kita tidak perlu berlama-lama di kamar mandi.</p>
<p>Selain fisik, formula sehat yang tak kalah penting  adalah kesehatan <em>qalbu</em> (hati atau batin). Berpikir positif salah satunya. Semua pikiran positif akan memberi energi positif pada kehidupan seseorang. Orang yang berenergi positif akan memiliki emosi yang baik. Penyakit tidak akan datang pada orang yang memiliki emosi yang baik.</p>
<p>Beribadah dengan benar juga menjadi kunci kesehatan. Sehatnya Rasulullah Saw ternyata bermula dari amal ibadah yang luar biasa. Itu karena sesungguhnya banyak sekali hikmah dan kebaikan yang akan kita dapatkan ketika melaksanakan amal ibadah dengan baik, salah satunya adalah manfaat dalam bidang kesehatan.</p>
<p>Amal ibadah seperti wudu, salat, dan puasa, bila dijalankan dengan baik, akan sangat bermanfaat, termasuk dalam bidang kesehatan. Bahkan amal-amal ibadah lainnya seperti membaca Al-Qur&#8217;an, berdoa, bersedekah, bahkan haji dan umrah, juga memiliki manfaat terhadap kesehatan.</p>
<p>Salat misalnya. Gerakan dalam salat telah terbukti secara ilmiah dapat meningkatkan kesehatan. Dr. Alexis Carrel, pemenang nobel dalam bidang kedokteran, pernah menyebutkan bahwa salat ternyata memberi kumpulan energi yang luar biasa pada tubuh seseorang. Bahkan, dia mengatakan bahwa dalam salat seakan-akan ada radium (bahan radioaktif) sebagai sumber energi yang dapat dipakai sebagai pengobatan pada penderita tuberkulosis, <em>osteomyelitis</em> (infeksi tulang), luka ulserasi, kanker, dan lain-lain.</p>
<p>Penelitian yang cukup menarik pernah dilakukan oleh Guru Besar Pascasarjana IAIN Sunan Ampel Surabaya, Prof. Dr. Mohammad Sholeh, M.Pd, terkait dengan manfaat salat tahajud. Hasilnya, ditemukan fakta bahwa salat tahajud yang dilakukan dengan benar dan sesuai tuntunan, tepat, rutin, dan ikhlas, mampu memberikan peningkatan pada sistem kekebalan tubuh.</p>
<p>Banyak kupasan menarik lainnya yang bisa dibaca secara lengkap di buku ini. Buku ini menyuguhkan formula hidup sehat Rasulullah yang digali dari Al-Qur&#8217;an maupun al-Hadis, kemudian diperkaya dengan data-data ilmiah modern. Sehingga selain kontekstual, buku ini juga mencerahkan sekaligus aplikatif.</p>
<p><strong>Data buku:</strong><br />
Judul: <em>Jurus Sehat Rasulullah Saw, Hidup Sehat Menebar Manfaat</em><br />
Penulis: dr. Zaidul Akbar<br />
Penerbit: PT. Sygma Media Inovasi, Bandung<br />
Cetakan ke-1: Februari 2020<br />
Tebal: xx + 316 hlm<br />
ISBN: 978-623-92873-5-1</p>
<p>Artikel <a href="https://suarayasmina.com/2024/10/20/formula-hidup-sehat-rasulullah-saw/">Formula Hidup Sehat Rasulullah Saw</a> pertama kali tampil pada <a href="https://suarayasmina.com">SUARAYASMINA.COM</a>.</p>
]]></content:encoded>
					
		
		
			</item>
	</channel>
</rss>
