“Sehat memang bukan segala-galanya, tapi tanpa sehat, segala-galanya sering tak berarti apa-apa.”
Suarayasmina.com | Begitu kalimat bijak yang sering kita dengar. Kesehatan memang penting, bahkan sangat penting. Sayangnya, tak sedikit yang mengabaikannya. Baru tersadar akan arti penting kesehatan saat raga sudah terkulai lemah diserang penyakit.
Dalam sebuah hadis, Rasulullah Saw bersabda, “Ada dua nikmat yang karenanya banyak manusia tertipu, yaitu nikmat sehat dan waktu luang.” (HR. Bukhari).
Salah satu penyumbang rentannya kesehatan orang zaman sekarang adalah pola makan yang buruk. Makan hanya asal enak, tanpa menimbang apakah makanan yang masuk ke perutnya itu baik atau justru merusak raganya.
Melalui buku yang berjudul Jurus Sehat Rasulullah Saw ini dokter Zaidul Akbar mengingatkan pentingnya memperhatikan makanan yang masuk ke dalam tubuh kita. Menurutnya, tubuh yang sehat dimulai dari pencernaan atau perut yang sehat. Jika perut bermasalah, dipenuhi makanan tinggi gula, kurang serat, dan tercampur dengan bahan kimia sintetis, bisa dipastikan perut itu akan jadi rumah penyakit.
Dalam doktrin Islam, makanan yang dikonsumsi haruslah memenuhi dua syarat, yaitu halal dan thayyib (baik). Sebagaimana firman Allah Swt dalam Al-Qur’an, “Wahai manusia, makanlah dari (makanan) yang halal dan thayyib (baik) yang terdapat di Bumi...” (QS. Al-Baqarah, 2: 168).
Sesuai pesan ayat ini, halal saja tidak cukup dalam soal makanan sehat. Makanan yang dikonsumsi haruslah juga thayyib. Soal thayyib ini, dokter Zaidul menyatakan, sebuah makanan disebut thayyib apabila memenuhi parameter umum: aman dikonsumsi, baik jangka pendek atau pun jangka panjang; tumbuh di tanah yang tinggi mineral; bebas dari bahan kimia sintetik; mendapat cahaya matahari; dan tidak terpapar logam berat, serta tidak banyak pengolahan.
Bahan-bahan yang tidak baik dimasukkan ke dalam tubuh, khususnya jika digunakan secara terus-menerus seperti penyedap, pengawet, perasa, pewarna, gula pasir, produk olahan, makanan cepat saji, makanan instan, dan obat kimia. Bahan-bahan tersebut dapat merusak tubuh kita, sehingga jelas semua bahan itu tidak thayyib.
Tak Hanya Soal Makan
Melalui buku ini, dokter Zaidul mengajak pembaca untuk membangun pola makan yang sehat agar memperoleh tubuh yang sehat serta terhindar dari pelbagai penyakit. Namun, tidak hanya soal makan yang perlu mendapat perhatian dalam menerapkan formula sehat ala Rasulullah. Gaya hidup sehat seperti menjaga kebersihan, berolahraga, tidur yang berkualitas, serta buang air kecil dan buang air besar yang benar, juga perlu diperhatikan dan menjadi habit (kebiasaan) agar memperoleh tubuh yang sehat.
Rasulullah misalnya, diriwayatkan sangat gemar berolah raga. Tubuh Rasulullah pun terawat dan atletis, sebagaimana yang pernah diriwayatkan oleh Ummu Hani’, “Aku tidak melihat bentuk dari perut Rasulullah Saw kecuali aku teringat akan gulungan kertas yang bersusun antara satu dengan yang lainnya.” (Abu Dawud Sulaiman, Musnad Abi Dawud Ath Thayalisi, 1999/1419 H).
Riwayat tersebut menunjukkan betapa Rasulullah Saw disiplin dalam merawat kesehatan tubuhnya. Beberapa olahraga yang digemari Rasulullah adalah gulat, berkuda, memanah, berenang, dan berlari.
Selain berolah raga, tidur yang berkualitas di malam hari juga penting untuk kesehatan. Tidurlah di malam hari dalam keadaan gelap karena ada hormon yang dikeluarkan kelenjar hipofisis yang bernama melatonin. Ternyata, malam yang diciptakan Allah untuk istirahat, merupakan cara tubuh untuk memperbaiki diri dengan mengeluarkan melatonin.
Meski terlihat sepele, cara buang air kecil dan buang air besar ternyata juga sangat berpengaruh terhadap kesehatan. Rasulullah misalnya, mencontohkan buang air besar dengan posisi jongkok. Posisi jongkok jauh lebih efektif. Proses pengeluaran tinja akan jauh lebih cepat karena tekanan perut jauh lebih besar dibandingkan dengan posisi duduk.
Agar buang air besar lancar, dokter Zaidul juga menyarankan memperbanyak mengonsumsi serat dari buah-buahan dan minyak, seperti minyak zaitun, minyak pala, minyak wijen, dan beberapa minyak esensial lainnya, sehingga kita tidak perlu berlama-lama di kamar mandi.
Selain fisik, formula sehat yang tak kalah penting adalah kesehatan qalbu (hati atau batin). Berpikir positif salah satunya. Semua pikiran positif akan memberi energi positif pada kehidupan seseorang. Orang yang berenergi positif akan memiliki emosi yang baik. Penyakit tidak akan datang pada orang yang memiliki emosi yang baik.
Beribadah dengan benar juga menjadi kunci kesehatan. Sehatnya Rasulullah Saw ternyata bermula dari amal ibadah yang luar biasa. Itu karena sesungguhnya banyak sekali hikmah dan kebaikan yang akan kita dapatkan ketika melaksanakan amal ibadah dengan baik, salah satunya adalah manfaat dalam bidang kesehatan.
Amal ibadah seperti wudu, salat, dan puasa, bila dijalankan dengan baik, akan sangat bermanfaat, termasuk dalam bidang kesehatan. Bahkan amal-amal ibadah lainnya seperti membaca Al-Qur’an, berdoa, bersedekah, bahkan haji dan umrah, juga memiliki manfaat terhadap kesehatan.
Salat misalnya. Gerakan dalam salat telah terbukti secara ilmiah dapat meningkatkan kesehatan. Dr. Alexis Carrel, pemenang nobel dalam bidang kedokteran, pernah menyebutkan bahwa salat ternyata memberi kumpulan energi yang luar biasa pada tubuh seseorang. Bahkan, dia mengatakan bahwa dalam salat seakan-akan ada radium (bahan radioaktif) sebagai sumber energi yang dapat dipakai sebagai pengobatan pada penderita tuberkulosis, osteomyelitis (infeksi tulang), luka ulserasi, kanker, dan lain-lain.
Penelitian yang cukup menarik pernah dilakukan oleh Guru Besar Pascasarjana IAIN Sunan Ampel Surabaya, Prof. Dr. Mohammad Sholeh, M.Pd, terkait dengan manfaat salat tahajud. Hasilnya, ditemukan fakta bahwa salat tahajud yang dilakukan dengan benar dan sesuai tuntunan, tepat, rutin, dan ikhlas, mampu memberikan peningkatan pada sistem kekebalan tubuh.
Banyak kupasan menarik lainnya yang bisa dibaca secara lengkap di buku ini. Buku ini menyuguhkan formula hidup sehat Rasulullah yang digali dari Al-Qur’an maupun al-Hadis, kemudian diperkaya dengan data-data ilmiah modern. Sehingga selain kontekstual, buku ini juga mencerahkan sekaligus aplikatif.
Data buku:
Judul: Jurus Sehat Rasulullah Saw, Hidup Sehat Menebar Manfaat
Penulis: dr. Zaidul Akbar
Penerbit: PT. Sygma Media Inovasi, Bandung
Cetakan ke-1: Februari 2020
Tebal: xx + 316 hlm
ISBN: 978-623-92873-5-1












