SUARAYASMINA.com — Malam terasa begitu panjang ketika kepala menempel di atas bantal, tetapi mata enggan terpejam. Di dalam dada, ada beban yang menghimpit begitu kuat, seolah ribuan ton batu menindih napas. Utang. Ya, lilitan utang yang kian menumpuk seringkali membuat seseorang merasa terisolasi di tengah keramaian.

Hari-hari berubah menjadi hari yang abu-abu; gelisah bercampur sedih, hati berdebar tanpa ketenangan, hingga tak jarang akal sehat goyah menghadapi tekanan hidup yang begitu berat. Na’udzubillahi min dzalik.

Padahal, jika kita mau sedikit menengadah dan merenung, Sang Pemilik Semesta tidak pernah menciptakan sebuah beban tanpa menyediakan pundak yang sanggup memikulnya. Dia Maha Tahu batas kemampuan hamba-Nya.

“Allah tidak membebani seseorang melainkan sesuai dengan kesanggupannya…” (QS. Al-Baqarah: 286)

Pelukan hangat dari ayat ini mengingatkan kita; betapapun rumitnya masalah keuangan yang sedang dihadapi, Allah tidak sedang berniat menghancurkan kita. Dia sedang menguji, sekaligus menyiapkan sebuah kejutan kebaikan di balik kesabaran itu.

Advertisement

Tidakkah kita ingat janji-Nya yang begitu indah? Bagi siapa saja yang mendekat dan memperbaiki diri, yang menjaga takwanya di tengah badai kesulitan, Allah telah menyiapkan pintu-pintu keluar yang tidak pernah terpikirkan sebelumnya.

“Barangsiapa bertakwa kepada Allah niscaya Dia akan mengadakan baginya jalan keluar. Dan memberinya rezki dari arah yang tiada disangka-sangkanya….” (QS. Ath-Thalaq: 2-3)

Maka, turunkan sedikit pundakmu yang tegang. Jangan biarkan air mata kesedihan berubah menjadi keputusasaan, sebab putus asa adalah dosa yang menjauhkan kita dari rahmat-Nya.

Ketika dunia terasa sempit dan tagihan-tagihan mulai mengetuk pintu hati, bersedihlah sewajarnya sebagai manusia. Namun, segeralah bangkit dengan senyum optimisme. Basahi hari-hari dengan sujud yang lebih lama, lantunan ayat suci yang menenangkan jiwa, serta isak tangis doa di sepertiga malam. Karena di sanalah, di atas sajadah, keajaiban-keajaiban kecil mulai dirajut oleh-Nya.

Kisah tentang harapan ini pernah terekam nyata dalam sebuah momen mengharukan di masa Rasulullah saw.

Suatu hari, langkah Baginda Nabi membawanya masuk ke dalam masjid. Di sudut ruangan, di luar waktu shalat, beliau mendapati seorang sahabat dari kaum Anshar bernama Abu Umamah duduk seorang diri dengan wajah muram.

Dengan kelembutan yang selalu menyejukkan, Rasulullah menyapanya, “Wahai Abu Umamah, apa gerangan yang terjadi padamu sehingga engkau duduk di masjid di luar waktu shalat?”

Abu Umamah menatap Rasulullah, lalu dengan suara parau ia berkata, “Saya sedang dirundung kebingungan dan banyak utang, ya Rasulullah.”

Mendengar itu, Rasulullah tersenyum penuh kasih. Beliau tidak hanya memberikan simpati, tetapi juga sebuah kunci penawar luka.

“Maukah engkau, aku ajarkan suatu doa yang jika engkau mengucapkannya, niscaya Allah akan menghilangkan kebingunganmu dan membayar utangmu?” tanya Rasulullah.

Mata Abu Umamah seketika berbinar. “Tentu, ya Rasulullah,” jawabnya penuh harap.

Rasulullah saw kemudian membimbing lisannya untuk merapalkan sebuah doa perlindungan yang begitu agung, yang dibaca setiap pagi dan petang:

اللَّهُمَّ إِنِّي أَعُوذُ بِكَ مِنْ الْهَمِّ وَالْحَزَنِ وَأَعُوذُ بِكَ مِنْ الْعَجْزِ وَالْكَسَلِ وَأَعُوذُ بِكَ مِنْ الْجُبْنِ وَالْبُخْلِ وَأَعُوذُ بِكَ مِنْ غَلَبَةِ الدَّيْنِ وَقَهْرِ الرِّجَالِ

(“Ya Allah, sesungguhnya aku berlindung kepada-Mu dari dukacita dan kesedihan. Aku berlindung kepada-Mu dari kelemahan dan rasa malas. Aku berlindung kepada-Mu dari rasa takut dan bakhil. Dan aku berlindung kepada-Mu dari lilitan utang dan penindasan orang.”)

Waktu pun terus berjalan. Dan beberapa waktu kemudian, Abu Umamah kembali dengan senyum yang sepenuhnya berbeda—bukan lagi senyum kepedihan, melainkan senyum kelegaan yang terpancar nyata dari wajahnya.

Ia bertutur dengan penuh rasa syukur, “Aku merutinkan doa itu… dan benar, Allah telah melenyapkan kebingunganku serta melunasi seluruh utangku.”

Subhanallah.

Jika Allah mampu membebaskan Abu Umamah dari himpitan utang yang menyesakkan dada, Dia pun Maha Kuasa untuk melakukan hal yang sama untukmu hari ini. Tarik napas dalam-dalam, perbaiki ikhtiar, perkuat takwa, dan gantungkan harapan hanya kepada-Nya. Pertolongan Allah itu sangat dekat.

Penulis: Badiatul Muchlisin AstiEditor: Redaksi Suarayasmina.com

Komentar Ditutup! Anda tidak dapat mengirimkan komentar pada artikel ini.