SUARAYASMINA.COM – Dewan Kemakmuran Musala (DKM) Thoriqul Ikhlas Desa Bugel, Kecamatan Godong, Kabupaten Grobogan, menggelar reopening (pembukaan kembali) Pengajian Selapanan Sabtu Kliwon pada Sabtu (23/5/2026) di musala setempat. Pengajian selapanan ini merupakan salah satu program rutin DKM Thoriqul Ikhlas di bidang tarbiyah melalui penyelenggaraan majelis taklim.

Ketua DKM Thoriqul Ikhlas sekaligus pengasuh pengajian, Badiatul Muchlisin Asti, menyatakan bahwa pengajian selapanan Sabtu Kliwon sebenarnya sudah lama menjadi bagian dari program Musala Thoriqul Ikhlas. Namun, kegiatan ini sempat terhenti akibat pandemi COVID-19 dan berlanjut libur cukup lama.

“Karena itu, memanfaatkan momentum reposisi struktur baru DKM Thoriqul Ikhlas masa bakti 2026-2031, kami berinisiatif menghidupkan kembali majelis taklim khusus Muslimah ini,” jelas Badiatul Muchlisin Asti.

Menurutnya, pengajian yang diasuhnya itu secara rutin akan mengkaji kitab Bulughul Maram karya Al-Hafizh Ibnu Hajar Al-Asqalani, khususnya Bab Adab. “Jika setiap malam Jumat selepas magrib DKM Thoriqul Ikhlas menggelar kajian kitab Al-Arba’in An-Nawawi, maka pengajian selapanan ini khusus mengkaji kitab Bulughul Maram dan terbuka untuk umum,” tandasnya.

Dalam kajian awal reopening tersebut, Badiatul Muchlisin Asti mengupas tuntas tentang keutamaan ilmu dalam Islam. Ia menegaskan bahwa menuntut ilmu merupakan kewajiban bagi setiap Muslim. Melalui ilmu pula, Allah Swt akan mengangkat derajat seorang hamba.

Bahkan, jika Allah menghendaki kebaikan bagi seseorang, maka Allah akan menjadikannya paham tentang agama (yufaqqihhu fid diin). Lebih dari itu, aktif mengikuti majelis ilmu juga akan memudahkan jalan seorang Muslim menuju surga.

Badiatul Muchlisin Asti menambahkan, ada doa yang diajarkan oleh Rasulullah Saw yang menurut salah satu istri beliau, Ummu Salamah, selalu dibaca Nabi setiap selesai salat Subuh. Dalam doa tersebut, Nabi memohon tiga hal kepada Allah: ilmu yang bermanfaat (‘ilman nafi’a), rezeki yang baik dan halal (rizqan thayyiba), serta amal yang diterima (wa ‘amalan mutaqabbala).

Ketiga hal itu merupakan puncak harapan seorang Muslim karena menjadi bekal hidup terbaik di dunia maupun akhirat. “Di hari kiamat kelak, amal yang diterima adalah harapan setiap Muslim, karena hari itu merupakan hari pembalasan amal,” urai Badiatul.

Acara reopening ini kian meriah dengan kehadiran Iptu Supardi, seorang perwira polisi yang juga founder Jumat Bersedekah (JB) Indonesia. Dalam kesempatan tersebut, Iptu Supardi yang akrab disapa Ndan JB memberikan banyak motivasi kepada jemaah yang hadir, diselingi dengan humor-humor segar. Untuk menyemarakkan suasana, Ndan JB juga berbagi rezeki kepada beberapa jemaah yang beruntung.

Facebook Comments Box

Penulis: Laela Nurisysyafa'ahEditor: Redaksi Suarayasmina.com

Advertisement

Komentar Ditutup! Anda tidak dapat mengirimkan komentar pada artikel ini.