SUARAYASMINA.COM — Kekayaan kuliner Nusantara yang melimpah tak hanya membuka peluang bagi para pebisnis, tetapi juga memanjakan lidah para pencinta makanan. Kini, keberagaman rasa di Kecamatan Godong, Kabupaten Grobogan, kian berwarna dengan hadirnya nasi kebuli. Cita rasa khas Timur Tengah ini siap menyapa dan memanjakan lidah warga Kota Daun.

Setidaknya, sudah satu tahun belakangan, pasangan muda Reza Abdillah (24) dan Ajeng Eka Putri (24) merintis usaha nasi kebuli berlabel “Sultan”. Sebelum terjun ke dunia kuliner, pasangan yang menikah pada 2024 ini menggantungkan hidup sebagai pedagang pakaian di Pasar Godong. Perjalanan bisnis baru mereka berawal dari keberanian Reza dan sang istri melakukan eksperimen resep nasi kebuli.

Tak disangka, olahan coba-coba tersebut mendapat pujian dari keluarga dan tetangga sekitar. “Mereka bilang enak,” kenang Reza sembari tersenyum saat ditemui di stan Nasi Kebuli Sultan pada gelaran Pelem Manis (Pelayanan Malem Masyarakat Humanis) di halaman Kecamatan Godong, pada Sabtu (3/9/2026).

Respon positif itulah yang memantapkan tekad mereka untuk meluncurkan usaha Nasi Kebuli Sultan pada sekitar bulan Oktober 2025. Di awal jalannya usaha, mereka mengandalkan sistem prapesan daring serta aktif mengikuti bazar bulanan Pelem Manis yang dihelat Pemerintah Kecamatan Godong.

Kini, seiring meningkatnya peminat, Reza dan Ajeng memutuskan untuk buka setiap hari di kediaman mereka yang berlokasi di Jalan Pemuda, Kemantren, Godong. Selain melayani pembelian take away, Nasi Kebuli Sultan juga menyediakan layanan delivery order untuk memanjakan para pelanggannya.

Advertisement

Kualitas Bahan Premium

Pemilihan nama “Sultan” sebagai merek usaha ternyata bermula dari keisengan belaka. Namun, di balik kesederhanaan ide tersebut, ada filosofi kualitas yang dipegang teguh oleh Reza. “Sepertinya nama Sultan cocok karena semua bahan yang kami gunakan adalah bahan-bahan premium,” tutur Reza.

Stan Nasi Kebuli Sultan di even Pelem Manis yang dihelat Pemerintah Kecamatan Godong pada Sabtu (3/9/2026). (Suarayasmina.com/Badiatul Muchlisin Asti)

Kualitas premium tersebut salah satunya terpancar dari penggunaan beras basmati yang diolah bersama racikan rempah kaya rasa. Perpaduan ini melahirkan kelezatan khas; nasi kebuli yang lebih gurih dengan aroma rempah yang pekat dan menggugah selera.

Beras basmati sendiri merupakan varietas beras aromatik berbulir panjang yang secara tradisional dibudidayakan di kawasan Asia Selatan, seperti India, Pakistan, dan Nepal. Jenis beras ini menjadi kunci utama terciptanya nasi kebuli yang autentik—berbutir renyah terpisah, panjang, dan tidak lengket.

Secara karakter fisik, beras basmati tidak mudah menggumpal atau lembek saat dimasak. Keunggulannya terletak pada kemampuan menyerap aroma rempah-rempah khas seperti kapulaga hingga cengkeh secara sempurna. Menariknya lagi, beras ini memiliki indeks glikemik yang relatif rendah sehingga relatif lebih aman, mengenyangkan, dan cocok bagi mereka yang sedang menjalani pola hidup atau diet sehat.

Varian Menu dan Strategi Promosi Digital

Untuk saat ini, Nasi Kebuli Sultan menawarkan dua varian menu utama, yakni paket nasi kebuli ayam dan nasi kebuli sapi yang masing-masing dibanderol dengan harga terjangkau, Rp15.000 per porsi. Juga ada pilihan Nasi Kebuli Box dengan porsi lebih banyak dengan harga Rp 20.000 dan Rp 28.000 (porsi lebih banyak + ayam ¼).

Bagi penikmat kuliner yang ingin makan bersama keluarga atau kerabat, tersedia juga paket hemat porsian besar: Nampan 1 (porsi 5 orang) seharga Rp80.000 dan Nampan 2 (porsi 7 orang) seharga Rp110.000.

Dalam memasarkan produknya, Reza mengandalkan kekuatan media sosial seperti WhatsApp, Facebook, Instagram, dan TikTok. “WhatsApp, Facebook, dan TikTok yang dampaknya paling kenceng,” tutur Reza.

Reza tak menampik bahwa angka penjualan harian bisnisnya masih mengalami pasang surut. Meski pesanan belum selalu stabil setiap hari, ia dan sang istri tetap konsisten menyajikan nasi kebuli di rumah mereka. “Kalau sedang ada pesanan ramai, kita bisa mengolah sampai 3 kilogram beras dalam sehari,” tambahnya.

Sebagai produk baru dengan cita rasa khas yang mungkin belum familiar bagi sebagian masyarakat lokal, Reza menyadari perlunya promosi dan sosialisasi yang lebih intensif. Namun, ia tetap optimistis. Ia percaya seiring berjalannya waktu, makin banyak orang yang mengenal dan akhirnya menyukai kelezatan Nasi Kebuli Sultan.

Tak berhenti di nasi kebuli, Reza juga melengkapi usahanya dengan sajian khas Timur Tengah lainnya, yaitu roti canai dengan aneka pilihan topping (pugas)—mulai dari kuah kari gurih, taburan keju, hingga meses manis. Lewat inovasi dan konsistensi ini, Reza berharap usahanya dapat terus berkembang pesat dan semakin banyak peminatnya.

Nasi Kebuli Sultan
Jl. Pemuda, RT.01 RW.03, Kemantren, Godong, Kecamatan Godong,
Kabupaten Grobogan, No. WhatsApp: 089682373268

Penulis: Badiatul Muchlisin AstiEditor: Redaksi Suarayasmina.com

Advertisement

Komentar Ditutup! Anda tidak dapat mengirimkan komentar pada artikel ini.