suarayasmina.com – Pondok Pesantren As-Samha yang berada di Kampung Citaliktik, Desa Gandasari, Kecamatan Katapang, Kabupaten Bandung, Jawa Barat, menggelar Liburan Sekolah As-Samha (LIKO AS) Season 7 selama seminggu, sejak tanggal 25-30 Desember 2025 di gedung pesantren setempat. Kegiatan diikuti 100 anak.
Pengasuh Pesantren As-Samha Ustaz Adn Taufik Hidayatullah menyatakan, pihaknya mengadakan LIKO AS sebagai bentuk nyata kepedulian terhadap anak-anak di lingkungan sekitar pesantren. “Tujuannya adalah memastikan hari libur sekolah mereka tidak terbuang sia-sia, melainkan diisi dengan berbagai kegiatan yang bermanfaat dan positif,” tuturnya kepada Suarayasmina.com.
Ia menegaskan, meskipun target utamanya adalah anak-anak yang tinggal di lingkungan sekitar Pesantren As-Samha, namun kegiatan ini bersifat terbuka. Siapa pun yang memiliki keinginan untuk belajar dan bergabung diperbolehkan ikut serta.
“Intinya, kegiatan ini terbuka untuk anak-anak yang dekat pondok pesantren dan ingin memanfaatkan waktu liburannya dengan kegiatan yang bernilai postif, terlebih di sini banyak pelajaran agamanya,” jelasnya.
Sementara itu, materi yang diberikan selama LIKO AS sangat beragam, sejak fiqih, sejarah, hingga bahasa Arab. Setiap materi disesuaikan dengan jenjang pendidikan masing-masing peserta, agar pelajaran yang bersifat khusus dapat tersampaikan dengan baik dan tepat sasaran. Sedang para pengajar berasal dari internal pesantren serta mengundang beberapa asatidz.
Pihak pesantren berharap, melalui LOKO AS, santri dan anak-anak bisa menghabiskan waktu libur mereka dengan ibadah dan aktivitas berfaedah. Target besarnya adalah membantu mereka bertransformasi menjadi pribadi yang jauh lebih baik dari sebelumnya.
“Peserta mendapatkan materi pelajaran agama dan pembiasaan yang baik yang berguna bagi kehidupan sehari-harinya,” jelasnya lagi.
Kegiatan ini, menurut Ustaz And Taufik, pada dasarnya bersifat gratis agar tidak membebani para orangtua. Sementara untuk menutupi biaya operasional kegiatan, dana dihimpun secara sukarela dari para donatur maupun orangtua peserta yang memiliki kelapangan rezeki.
“Ada semacam subsidi silang serta donasi dari donatur yang peduli dengan kegiatan ini,” jelasnya.
Para peserta yang berhasil mengikuti kegiatan hingga akhir akan mendapatkan sertifikat sebagai bentuk penghargaan. Selain itu, panitia juga menyiapkan hadiah atau cenderamata sebagai kenang-kenangan bagi para peserta.
Kegiatan LIKO AS sengaja diadakan saat libur sekolah, karena pihak pesantren melihat kecenderungan anak sekolah yang menjadi malas jika tidak ada kegiatan di rumah. Untuk sifatnya sendiri, kegiatan ini bersifat wajib bagi santri As-Samha, namun bagi warga sekitar sifatnya sukarela.
“Kami dari pihak pesantren ingin memberikan nilai-nilai positif untuk lingkungan sekitar pesantren,” pungkasnya.











