suarayasmina.com – Pondok Pesantren As-Samha resmi berdiri pada tahun 2017. Latar belakang pendiriannya adalah munculnya keprihatinan terhadap mahalnya biaya pendidikan yang acap sulit dijangkau masyarakat ekonomi lemah.

“Kami ingin memastikan bahwa amanat UUD 1945 tentang hak setiap warga negara untuk mendapatkan pendidikan tetap terjaga, guna mewujudkan generasi yang cerdas, beriman, dan bermanfaat bagi masyarakat,” kata Ustaz Ade Kankan Ulumuddin, pimpinan Pondok Pesantren As-Samha kepada suarayasmina.com.

Misi Membentuk Generasi Bertakwa

Selain Ustaz Ade Kankan Ulumuddin, pendirian pondok pesantren ini diinisiasi oleh mendiang Ustaz Hafidz Mushlih rahimahullah. Tujuan besarnya adalah membentuk manusia yang tidak hanya tangguh dalam menjalani kehidupan, tetapi juga bertakwa kepada Allah Swt.

“Kami fokus membekali anak-anak kurang mampu dengan ilmu pengetahuan dan keterampilan agar mereka mandiri serta memiliki akhlaqul karimah,” tandasnya.

Pondok Pesantren As-Samha berlokasi di Kampung Citaliktik, Desa Gandasari, Kecamatan Katapang, Kabupaten Bandung. Lokasi ini dipilih karena merupakan kampung halaman dari pendiri sendiri.

Mengenai pendanaan, sejak awal pembangunan hingga pelaksanaan kegiatan, semua bersumber dari donatur, baik perorangan, lembaga pemerintah maupun swasta, serta sumber dana lain yang halal dan tidak mengikat.

Ustaz Ade Kankan Ulumuddin, pimpinan Pondok Pesantren As-Samha.

Menurut Ustaz Ade, di pesantren ini menerapkan program terpadu. Selain mengikutsertakan santri dalam pendidikan formal di sekolah juga memberikan pendidikan nonformal khas pesantren. Tak hanya itu, santri dibekali keterampilan hidup dan program olahraga seperti sepak bola, futsal, tenis meja, hingga memanah sebagai bagian dari pengembangan diri.

Sementara sistem yang digunakan dalam proses pendidikan adalah kombinasi antara kurikulum formal dan kepesantrenan.

“Untuk tenaga pendidik, kami memberdayakan keluarga pendiri pondok, warga sekitar yang memiliki kompetensi dan waktu, serta beberapa alumni dari pondok kami sendiri,” terang pria yang sudah lama berkecimpung dalam dunia dakwah.

Bayar Sesuai Kemampuan

Menariknya, di pondok pesantren ini para orangtua yang menitipkan putra-putrinya tidak dibebani biaya yang memberatkan. Pihaknya ingin membantu proses pendidikan bagi mereka dari kalangan yang terbatas secara ekonomi.

Pembiayaan bersifat fleksibel, bisa gratis alias bebas biaya atau sukarela, artinya wali santri membayar sesuai kemampuan dan tidak ada paksaan bagi yang benar-benar tidak mampu. “Untuk menutupi biaya operasional, kami mengandalkan bantuan donatur individu dan kemitraan dengan instansi pemerintah atau swasta,” tambahnya.

Masih kata Ustaz Ade, mayoritas santrinya berasal dari wilayah Jawa Barat, terutama mereka yang yatim piatu, korban bencana, atau dari keluarga tidak mampu di sekitar pesantren. “Kami melakukan rekrutmen melalui publikasi langsung ke masyarakat, media cetak seperti majalah, hingga aktif di media sosial,” jelasnya.

Salah satu kegiatan mengaji santri Pondok Pesantren As-Samha.

Saat ini sudah ada 5 angkatan lulusan dan akan segera masuk angkatan ke-6. Lulusan dari pondok pesantren ini telah tersebar di berbagai perguruan tinggi, seperti UIN Sunan Gunung Djati dan Ma’had Al Imarat Bandung.

Ada juga sebagian santri yang memilih melanjutkan studi di pesantren lain. “Di sini kami memberikan fondasi yang kokoh bagi setiap santri, walaupun pada akhirnya, pilihan hidup ada pada diri mereka masing-masing,” jelasnya lagi.

Respons Positif Masyarakat

Kehadiran Pondok Pesantren As-Samha mendapat respons positif dari umat dan orangtua yang sangat antusias menyambut kehadirannya. “Tanggapan yang kami terima sangat beragam, namun mayoritas masyarakat dan orangtua merasa sangat terbantu. Mereka senang karena ada akses pendidikan berkualitas bagi anak-anak mereka tanpa terbebani masalah biaya,” jelas Ustz Ade.

Ustaz Ade pun mengungkapkan, kebutuhan utama saat ini masih pada pengembangan fisik, yaitu melengkapi sarana prasarana serta memperbaiki fasilitas yang sudah mulai rusak. Untuk tahun 2026, akan meneruskan program unggulan yang sudah ada seperti Tasmi’ Al Qur’an, Wisuda Tahfiz, Muhadlarah Kunjungan, serta pelaksanaan ujian yang lebih berkualitas.

Pihak pesantren terbuka dan sangat mengharapkan semangat kebersamaan dan kepedulian. Menurutnya, masalah pendidikan adalah tanggung jawab bersama. “Kami membuka diri bagi siapa pun yang ingin bekerja sama dan memfasilitasi jalannya pendidikan ini demi masa depan generasi muda Muslim,” tegasnya.

Di penghujung percakapan, Ustaz Ade berpesan, pendidikan harus menjadi hak yang bisa diakses oleh siapa saja tanpa terkendala biaya. Pesantren harus mampu menjawab tantangan zaman dengan melahirkan generasi yang cakap secara intelektual, namun tetap rendah hati dan berakhlak mulia.

“Sehingga di negeri ini tak ada lagi anak yang tidak sekolah,” pungkasnya.

Pondok Pesantren As-Samha
Kampung Citaliktik Patrol RT 05 RW 09, Desa Gandasari, Kecamatan Katapang, Kabupaten Bandung
No Kontak 081573074052, 089655257406
Facebook: Pondok Pesantren AS SAMHA
Intragram: assamha_media
TikTok: Assamha Media
YouTube: Assamha Media

Facebook Comments Box

Penulis: Deffy RuspiyandyEditor: Badiatul Muchlisin Asti

Advertisement

Komentar Ditutup! Anda tidak dapat mengirimkan komentar pada artikel ini.