suarayasmina.com – Jika kita masih bertemu pagi hari, maka bersyukurlah, karena hal itu adalah nikmat yang tak terkira. Waktu pagi adalah waktu yang tepat memulai aktivitas ibadah bagi setiap Muslim. Dari sanalah semuanya diawali, dengan harapan, pada hari itu mendapatkan rezeki, perlindungan, dan keberkahan dari Allah Swt.

Kedisiplinan adalah salah satu kunci untuk bisa mengoptimalkan waktu secara optimal. Karenanya, jika tak ada kegiatan yang membuat mata harus terjaga, maka ikutilah pola hidup Rasulullah yang terbiasa tidur di awal waktu.

Selain hal itu akan membuat waktu tidur cukup, juga lebih memungkinkan akan terbangun di sepertiga malam, yang tentu saja memiliki fadhilah bagi mereka yang mampu melakukannya. Selain dapat berkomunikasi dengan Allah melalui salat Tahajud, juga akan mendapatkan ampunan dan permohonan hajat insyaallah akan dikabulkan.

Mengibaratkan jaringan handphone, maka saat itu jarang ada yang menggunakan, sehingga komunikasi kita dengan Allah akan semakin dekat dan sinyalnya lebih kuat. Kesempatan inilah banyak orang yang menyia-nyiakan, padahal kondisi tersebut adalah nikmat yang tidak terkira.

Karena semakin dekat dengan Allah, maka peluang doa dan hajat kita semakin kuat untuk dikabul. Allah semakin suka kepada setiap Muslim yang selalu memanfaatkan waktu utamanya untuk mendekat kepada-Nya.

“Dan pada sebagian malam hari bertajudlah sebagai satu ibadah tambahan bagimu; mudah-mudahan Tuhan mengangkat kamu ke tempat yang terpuji.” (QS. al-Isra : 79).

Keutamaan Waktu Pagi

Tentu saja hal ini menjadi semacam motivasi bagi setiap Muslim untuk tidak menyia-nyiakan waktu pagi yang begitu banyak keutamaannya. Sehingga tak mengherankan, jika banyak orang sukses, ditentukan bagaimana dirinya menyambut pagi hari.

Jika pagi disambut dengan hati bahagia, maka tentunya akan memberikan kehidupan yang menyenangkan. Sebaliknya, jika disambut dengan keluh kesah, maka tentunya hanya kegelisahan dan kekhawatiran semata yang mungkin didapatkannya.

Dengan mampu kita terbangun saat banyak orang tengah tidur pulas, maka kesempatan hidup baik akan semakin terbuka. Beberapa saat sebelum dikumandangkan azan Subuh, sesungguhnya di sana kita bisa semakin dekat dengan Allah melalui istigfar, zikir, dan membaca al-Qur’an.

Sepagi mungkin kita mampu bercengkerama dengan Allah melalui ayat-ayat-Nya, akan membuat hati tenang; dan memulai pagi dengan tenang tentu saja akan semakin membahagiakan hati dan membuka peluang rezeki untuk didapatkan.

Kemudian terdengar azan Subuh, terlebih kita sudah berwudu dan menjawab azan hingga kemudian membaca doa, serta berlanjut melangkahkan kaki menuju masjid dengan niat mendapatkan pahala dari Allah Swt. Berjalannya kita ternyata adalah sebuah perbuatan yang memiliki keutamaan bagi yang melakukannya. Artinya, melangkahnya saja ternyata bisa mendapatkan nilai tersendiri yang tiada terbantahkan.

Dari Buraidah Radhiyallahu ‘anhu, dari Nabi Muhammad Saw, beliau bersabda, “Berikanlah kabar gembira kepada orang-orang yang berjalan di dalam kegelapan menuju masjid-masjid bahwa ia akan mendapatkan cahaya sampai pada hari kiamat.” (HR Ahmad dan Tirmidzi. AlHafiz Abi Thahir mengatakan bahwa hadis ini sahih).

Kemudian kita masuk masjid seraya membaca doa dan salat Tahiyatul Masjid. Setelah itu, tentu saja melaksanakan salat sunah Qabliyah Subuh. Tentu saja, salat ini jangan sampai dilewatkan karena ganjarannya sungguh luar biasa.

Persoalannya, karena memang perjuangan melaksanakan salat Subuh berjemaah bukan hal mudah. Karena itu Allah berikan sesuatu yang luar biasa pada salat sunnah itu dan pahala tertinggi pula pada salat Subuh berjemaahnya.

Hal ini jelas menunjukkan jika setiap Muslim harus memahami betul dan tidak melewatkan waktu paginya untuk beribadah kepada Allah, agar diberikan kehidupan yang baik, di dunia dan di akhirat kelak.

“Dua rekaat salat Fajar (qabliyah Subuh) lebih baik daripada dunia dan segala isinya.” (HR. Muslim).

“Barangsiapa yang melakukan salat Isya berjemaah, maka dia sama seperti orang yang melakukan setengah malam. Barangsiapa yang melakukan salat Subuh berjemaah, maka dia seperti orang-orang yang melakukan salat sepanjang malam.” (HR Muslim).

Meraih Pahala Haji dan Umrah

Menariknya, selain hal itu, setelah salat Subuh berjemaah di masjid, setiap Muslim bisa melaksanakan zikir di dalam masjid sampai matahari terbit. Karena fadhilahnya sungguh luar biasa.

“Barangsiapa yang salat Subuh berjemaah di masjid, lalu kemudian duduk berzikir kepada Allah, hingga matahari terbit, lalu melaksanakan salat dua rekaat, maka pahalanya (seperti pahala) haji dan umrah. Rasulullah bersabda, ‘Yang sempurna, sempurna, sempurna’.” (HR Tirmidzi).

Kemudian keluar dari masjid sangat dianjurkan untuk memberikan sedekah kepada orang yang membutuhkan yang ada di sekitar kita. Kita bisa memberikan sedekah dalam bentuk barang maupun dalam bentuk uang.

Allah begitu menyukai seorang Muslim yang bisa berbuat sepagi mungkin karena ada dua malaikat yang turut mendoakan. Jadi jangan sia-siakan sedekah Subuh atau sedekah pagi hari dengan kemampuan yang kita miliki.

“Setiap pagi, dua malaikat turun mendampingi seorang hamba. Yang satu berdoa: ‘Wahai Tuhan! Berikanlah ganti rugi bagi hamba yang dermawan yang telah menyedekahkan hartanya’. Dan yang satu lagi berkata, ‘Wahai Tuhan! Musnahkanlah harta si bakhil.” (HR Muttafaq Alaih dari Abu Hurairah Ra).

Tentu saja, ini menjadi bukti bahwa sesungguhnya waktu pagi adalah waktu yang seharusnya dimanfaatkan sebaik mungkin oleh setiap Muslim. Bagi siapapun yang mampu memanfaatkan paginya secara baik untuk beribadah, maka Allah akan permudah urusannya.

Karenanya, mulailah pagi hari dengan perasaan bahagia, kendati tak memiliki apa-apa. Mulailah pagi hari dengan beryukur dari apa yang kita miliki. Karena Allah akan menambah nikmat bagi mereka yang bersyukur dan akan memberikan azab bagi mereka yang kufur. (QS.Ibrahim: 7).

Jangan sampai waktu pagi kita lewatkan begitu saja tanpa ibadah dan amalan-amalan yang dianjurkan. Artinya, setiap pagi mesti dilakukan ibadah kepada Allah melalui salat, zikir, istihfar, dan membaca al-Qur’an. Sementara beramal saleh kepada sesama dengan bersedekah dan menjalin silaturahmi.

Bagi yang mampu melaksanakan hal itu di pagi hari, maka Allah akan senantiasa mencukupkan segala kebutuhan hidupnya, dari mulai pagi sampai dirinya tertidur di malam hari.

“Maka jika kalian bertawakal kepada Allah dengan sebenar-benarnya tawakal, maka dia akan memberikan rezeki kepada kalian, sebagaimana Dia telah memberikan rezeki kepada burung yang berangkat di pagi hari dalam keadaan perut kosong dan kembali dalam keadaan perut kenyang.” (HR Ahmad).

Semakin jelas dan tidak ada keraguan lagi, jika Islam memang mengajarkan kita agar mampu memanfaatkan waktu secara optimal karena di awal pagi menyimpan banyak keberkahan. Mulailah dengan keyakinan di pagi itu bahwa Allah selalu bersama kita dan jika kita telah menyerahkan segala sesuatunya kepada Allah, maka semuanya akan dipermudah dan dilancarkan oleh Allah.

Maril kita berusaha menyambut pagi hari dengan berbaik sangka kepada Allah, di mana hari itu akan Allah berikan yang terbaik ke dalam kehidupan kita, baik di dunia dan juga kelak di akhirat.

Facebook Comments Box

Penulis: Deffy RuspiyandyEditor: M. A. Fathan

Advertisement

Komentar Ditutup! Anda tidak dapat mengirimkan komentar pada artikel ini.